Trenggalek

Trenggalek - Trenggalek, Trenggalek Empat tahun sudah 36 keluarga warga Dusun Banaran, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, berada di pengungsian. Mereka adalah korban banjir bandang pada 21 April 2007 yang menyebabkan rumah dan desa mereka longsor.

Saat banjir bandang terjadi, mereka "terusir" dan kemudian mengungsi ke hutan pinus kawasan wewenang Perhutani. Pemkab Trenggalek dan warga berharap Perhutani bisa melaksanakan tukar guling lokasi hutan pinus itu dengan bekas rumah dan permukiman warga. Sebab, lahan eks permukiman mereka penuh dengan material longsoran dengan bebatuan besar yang tak mungkin lagi ditinggali.

Bagian humas Pemkab Trenggalek, Yoso Mihadi, Selasa (4/10/2011), menjelaskan, pemkab sudah mengajukan usul melalui saluran birokrasi di Perhutani setempat hingga Jakarta perihal kemungkinan dan kelayakan soal gagasan adanya tukar guling hutan pinus dengan rumah warga.

"Tinggal mengonversi ukuran saja, antara lahan warga dan lahan hutan sehingga tidak ada perbedaan dalam hal jumlah luasan hutan yang dikelola Perhutani. Bekas permukiman warga bisa langsung dihutankan," katanya.

Namun, sejauh ini belum ada tanda-tanda permintaan itu dikabulkan Perhutani. Warga berharap tanah Perhutani bisa ditukar sebagai hak milik warga, sama seperti status hak milik yang sebelumnya dikuasai warga terhadap permukiman mereka semula.

Trenggalek yang berbukit-bukit, berhutan, dan berlokasi di atas bentang lahan batuan Pegunungan Kapur Selatan rawan longsor jika terjadi hujan. Meski curah hujan tak tinggi, saat terjadi hujan, vegetasi yang secara alamiah memang tak bisa cukup rapat mengikat tanah sesuai kondisi tanah setempat menjadikan daerah itu rawan longsor.

Pascabanjir bandang 21 April 2007, tidak mungkin membangun permukiman baru di lokasi yang sama. Warga spontan mengungsi ke lokasi terdekat, kawasan hutan pinus, dan akhirnya membangun permukiman semipermanen di lokasi itu. Pemkab Trenggalek terus mencari cara agar warga tak kehilangan kualitas hidupnya meski berada di pengungsian.

Hidup memang susah, tapi lebih susah lagi kalau kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki.

Masih ada cara tips menciptakan diri di sukai orang banyak di bagian lain halaman blog ini.

{ 0 comments... read them below or add one }

Poskan Komentar